PEMELUK ISLAM PERTAMA DI INDONESIA
Dalam bukunya Futher India and Indo-Malay
Archipelago,Sejarawan asal Italia yang bernama G. E. Gerini, mencatat
bahwa telah banyak masyarakat Arab bermukim di Nusantara sekitar tahun
606-699M . Mereka masuk melalui Barusdan Aceh di Swarnabumi utara. Dari
sana menyebar ke seluruh Nusaantara hingga ke China selatan.Sekitar
tahun 615M, sahabat Rasulullah Ibnu Masud bersama kabilah Thoiyk, datang
dan bermukim diSumatera. Di dalam catatan Nusantara, Thoiyk disebut
sebagai Ta Ce atau Taceh (sekarangAceh). (Sumber : Kesultanan Majapahit,
Realitas Sejarah Yang Disembunyikan [Hermanus Sinung Janutama]).
Ada beberapa catatan, mengenai pemeluk Islam pertama asal Tanah Jawi.
1. Penganut Islam pertama, yang berasal dari Nusantara,
kemungkinan adalah Leluhur Bangsa Aceh, yang ikut serta menghantar Ibnu
Masud ra. bersama kabilahnya.
Di dalam buku Arkeologi Budaya Indonesia, karangan Jakob Sumardjo,
diperoleh informasi, berdasarkan catatan kekaisaran Cina, diberitakan
tentang adanya hubungan diplomatik dengan sebuah kerajaan Islam Ta Shi
di Nusantara.
Bahasa Cina menyebut muslim sebagai Ta Shi. Ia berasal dari kata
Parsi Tajik atau kata arab untuk Kabilah Thayk (Thoiyk). Kabilah Thoiyk
ini adalah kabilahnya Ibnu Masud r.a, salah seorang sahabat Nabi,
seorang pakar ilmu Alquran (Sumber : Arkeologi Semiotik Sejarah
Kebudayaan Nuswantara).
2. Penguasa Nusantara, yang pertama memeluk Islam adalah Raja Sriwijaya yang bernama Sri Indravarman.
Pada sekitar awal abad ke 8, orang-orang Persia Muslim mulai berdomisili di Sriwijaya akibat mengungsi dari kerusuhan Kanton.
Dalam perkembang selanjutnya, pada sekitar tahun 717 M, diberitakan
ada sebanyak 35 kapal perang dari dinasti Umayyah dengan hadir di
Sriwijaya, dan semakin mempercepat perkembangan Islam di Sriwijaya
(Sumber : Sejarah Umat Islam; Karangan Prof. Dr. HAMKA).
Ditenggarai karena pengaruh kehadiran bangsa Persia muslim, dan
orang muslim Arab yang banyak berkunjung di Sriwijaya, maka raja
Srivijaya yang bernama Sri Indravarman masuk Islam pada tahun 718M
(Sumber : Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai
sekarang; Karangan H Zainal Abidin Ahmad, Bulan Bintang, 1979).
Sehingga sangat dimungkinkan kehidupan sosial Sriwijaya adalah
masyarakat sosial yang di dalamnya terdapat masyarakat Buddha dan Muslim
sekaligus.
Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah
Islam di Syiria. Bahkan disalah satu naskah surat adalah ditujukan
kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720M) dengan permintaan agar
kholifah sudi mengirimkan dai ke istana Srivijaya (Sumber : Jaringan
Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nsantara abad XVII & XVIII;
Karangan Prof. Dr. Azyumardi Azra MA) (Sumber : Wikipedia : Kerajaan
Melayu Kuno dan Hadits Nabi, Negeri Samudra dan Palembang Darussalam).
3. Penduduk pulau Jawa, yang pertama memeluk Islam adalah Pangeran Jay Sima (Suku Jawa) dan Rakeyan Sancang (Suku Sunda).
Pangeran Jay Sima
Hubungan komunikasi antara tanah Jawa dan Jazirah Arab, sudah
terjalin cukup lama. Bahkan di awal Perkembangan Islam, telah ada
utusan-utusan Khalifah, untuk menemui Para Penguasa di Pulau Jawa.
Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin
Affan, beliau mengirimkan utusannya Muawiyah bin Abu Sufyan ke tanah
Jawa, yakni ke Jepara (pada saat itu namanyaKalingga).
Kalingga pada saat itu, di pimpin oleh seorang wanita, yang bernama
Ratu Sima. Dan hasil kunjunganduta Islam ini adalah, Pangeran Jay Sima,
putra Ratu Sima dari Kalingga, masuk Islam (Sumber : Ilmu politik Islam
V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Karangan H Zainal Abidin
Ahmad, Bulan Bintang, 1979). ( Sumber : Islam di Indonesia dan Jemaah
Haji, Tempo Doeloe)
Rakeyan Sancang
Mengenai siapa pemeluk Islam pertama di tataran Sunda, menurut
Pengamat sejarah Deddy Effendie, adalah seorang Pangeran dari
Tarumanegara, yang bernama Rakeyan Sancang.
Rakeyan Sancang disebutkan hidup pada masa Imam Ali bin Abi Thalib.
Rakeyan Sancang diceritakan, turut serta membantu Imam Ali dalam
pertempuran menalukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta ikut
membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M)
(Sumber : Islam masuk ke Garut sejak abad 1 Hijriah dan Jemaah Haji,
Tempo Doeloe).
Sampai abad ke-8, pengaruh Islam telah menyebar ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, dan Spanyol.
Pengajaran dan pendidikan Islam mulai
dilakukan setelah masyarakat islam terbentuk. Kemudian pada masa dinasti
Ummayah, pengaruh Islam mulai berkembang hingga Nusantara.
Setidaknya ada tiga teori yang mencoba
menjelaskan tentang proses masuknya Islam ke Indonesia yaitu teori
Mekkah, teori Gujarat, dan teori Persia.
Teori Gujarat, Teori yang
dipelopori oleh Snouck Hurgronje menyatakan bahwa agama Islam baru masuk
ke Nusantara pada abad ke-13 Masehi yang dibawa oleh para pedagang dari
Kambay(Gujarat), India. Para pedagang ini mendirikan masjid dan
mendatangkan para ulama dan mubalig untuk mengenalkan nilai dan ajaran
Islam kepada penduduk lokal. Teori Persia, Teori Persia
menyatakan bahwa agama Islam dibawa oleh para pedagang dari Persia
karena adanya beberapa kesamaan antara kebudayaan masyarakat Islam
Indonesia dengan Persia. Teori Mekkah, Teori ini adalah teori
baru yang muncul untuk menyanggah bahwa Islam baru sampai di Indonesia
pada abad ke-13 dan dibawa oleh orang Gujarat. Meskipun begitu, belum
diketahui secara pasti sejak kapan Islam masuk ke Indonesia karena para
ahli masih berbeda pendapat mengenai hal tersebut.
Sejarah mencatat, kepulauan-kepulauan
Nusantara merupakan daerah yang terkenal sebagai penghasil rempah-rempah
terbesar di dunia. Hal tersebut membuat banyak pedagang dari berbagai
penjuru dunia datang ke Nusantara untuk membeli rempah-rempah yang akan
dijual kembali ke daerah asal mereka. Termasuk para pedagang dari Arab,
Persia, dan Gujarat. Selain berdagang, para pedagang muslim tersebut
juga berdakwah untuk mengenalkan agama Islam kepada penduduk lokal.
Hal ini menyebabkan banyak penguasa
pribumi tertarik untuk menikahkan anak gadis mereka dengan para pedagang
ini. Sebelum menikah, sang gadis akan menjadi muslim terlebih dahulu.
Masuknya Islam ke Indonesia dilakukan secara damai dan dilakukan dengan
berbagai cara , Letak Indonesia yang strategis membuat lalu lintas
perdagangan di Indonesia sangat padat dilalui oleh para pedagang dari
seluruh dunia termasuk para pedagang muslim.
pada abad ke-7 sudah terdapat sebuah
perkampungan muslim di pantai barat Sumatera.Proses masuknya islam ke
Indonesia dilakukan secara damai dengan cara menyesuaikan diri dengan
adat istiadat penduduk lokal yang telah lebih dulu ada. Sebuah batu
nisan berhuruf Arab milik seorang wanita muslim bernama Fatimah Binti
Maemun yang ditemukan di Sumatera Utara dan diperkirakan berasal dari
abad ke-11 juga menjadi bukti bahwa agama Islam sudah masuk ke Indonesia
jauh sebelum abad ke-13.
Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pada
tahun 632 M, kepemimpinan Islam dipegang oleh para khalifah. Para
pedagang muslim banyak bermukim di daerah pesisir pulau Jawa dan
Sumatera yang penduduknya masih menganut agama Hindu.
Ada juga berbagai pendapat lain menurut
beberapa sejarawan, agama Islam baru masuk ke Indonesia pada abad ke-13
Masehi yang dibawa oleh para pedagang muslim. Ajaran-ajaran Islam yang
mengajarkan persamaan derajat, tidak membeda-bedakan si miskin dan si
kaya, si kuat dan si lemah, rakyat kecil dan penguasa, tidak adanya
sistem kasta dan menganggap semua orang sama kedudukannya dihadapan
Allah telah membuat agama Islam perlahan-lahan mulai dipeluk oleh para
penduduk lokal.
Di bawah kepemimpinan para khalifah,
agama Islam mulai disebarkan lebih luas lagi. Sunan Kalijaga adalah
salah satu tokoh terpandang yang mementaskan wayang untuk mengenalkan
agama Islam. Cerita wayang yang dipentaskan biasanya dipetik dari kisah
Mahabrata atau Ramayana yang kemudian disisipi dengan nilai-nilai Islam.
Bagi masyarakat pribumi, para pedagang muslim dianggap sebagai kelangan
yang terpandang. Wayang adalah salah satu sarana kesenian untuk
menyebarkan islam kepada penduduk lokal.
MENYONGSONG KEBANGKITAN INDONESIA ABAD 21….?
“TONGKAT SAYIDINA ALI RA YANG DIHADIAHKAN KEPADA RAKEAN SANCANG DI
KAUM PUSAKA (Yayasan Pusaka Muslimin, diketuai oleh Ucep Jamhari)
CINUNUK GARUT”
Kretawarman merasa dirinya mandul, tahta Kerajaan diwariskan kepada
adiknya Prabu Sudawarman padahal sesungguhnya tanpa disadari sempat
memiliki keturunan dari anak seorang pencari kayu bakar (wwang amet
samidha) Ki Prangdami bersama istrinya Nyi Sembada tinggal di dekat
hutan Sancang di tepi Sungai Cikaengan Pesisir Pantai selatan Garut.
Putrinya Setiawati dinikahi Kretawarman yang hanya digaulinya selama
sepuluh hari, setelah itu ditinggalkan dan mungkin dilupakan.
Setiawati merasa dirinya dari kasta sundra, tidak mampu menuntut
kepada suaminya seorang Maharaja, ketika mengandung berita kehamilannya
tidak pernah dilaporkan kepada suaminya hingga melahirkan anak laki-laki
yang ketika melahirkan (Suaminya: Raja Kertawarman di Bogor)) meninggal
dunia.
Anaknya oleh Ki Parangdami dipanggil Rakeyan mengingat keturunan
seorang Raja, kelak Rakeyan dari Sancang itu pada usia 50 tahun pergi ke
tanah suci hanya untuk menjajal kemampuan “kanuragan” Syaidina Ali(42)
yang dikabarkan memiliki kesaktian ilmu perang/ ilmu berkelahi yang
tinggi.
Sumber lainnya menyebutkan (640 M) Rakeyan Sancang tidak sempat
berkelahi dengan Syaidina Ali namun menyatakan kalah akibat tidak mampu
mencabut tongkat Syaidina Ali yang hanya menancap di tanah berpasir.
Sejak itulah Rakeyan Sancang menyatakan dirinya masuk Islam kemudian meneruskan berguru kepada Syaidina Ali.
Ada beberapa sumber yang menyatakan bahwa Sayidina Ali dan Ahlul Bait
keluarga Rasul SAW pernah beberapa tahun menetap di Pulau Jawa dan ada
yang menetap menikah dengan orang Indonesia hingga sekarang tersebar
keturunannya. Cinunuk Wanaraja Garut dan Eyang Papak dalam sejarah Sunda
diyakini sebagai berikut :
1.CINUNUK: Pusat Peradaban Cinekna= PADUMUKAN/ Tempat tinggal Para Wali dan Raja/ Prabu/Waliyulloh.
2.EYANG PAPAK: PAPAKEM=PAKU=PUSAT=Circle Cross. Berjarak 7 KM ke Piramida Sadahurip Gn Gallunggung.
Adapun benda sejarah penyebaran Islam Via Rakian Sancang abad 7 dan
Kian Santang abad 14 yang tersimpan di YAYASAN PUSAKA MUSLIMIN Cinunuk,
Wanaraja Garut sbb:
1.Tongkat Sayidina Ali ( Foto ststus ini). Yang pada kesempatan tiap
perayaan Maulid Nabi SAW diadakan pencucian bersama sama benda2 pusaka
lainnya.
2.Duhung sejenis senjata yang bertuliskan Hurup Emas bertuliskan L L H atau Laa Iqroha Fiddin../KERIS DUHUNG LAM LAM HA.
3.Buli2 dan Keramik antik.
4. Kujang.
5. Naskah kuno Perjalanan Rakian Sancang bertemu dengan Rasululloh dan Sayidina Ali RA, dll.
Pada kesempatan Maulid Nabi tahun ini dilaksanakan pencucian benda2
Pusaka, Pembacaan Wawacan Perjalanan Prabu Kian Santang abad ke 14 M dan
Rakian Sancang abad 7 M dengan diiringi kecapi suling dengan PUPUH
SINOM, DANGDANG GULA, KINANTI… Serta Rebutan BAROKAH NASI TUMPENG…
Kebangkitan Dunia terjadi pada kurun waktu kelipatan 7 Abad.
Abad ke-1 M, ARKHYTIREMA/ AKI TIREM Salakanagara Sundapura dengan melahirkan Raja Purnawarman.
Abad ke-7 M, Rakian/ Rahadian/Raden Sancang Pameungpeuk Garut. Kerajaan Sriwijaya Palembang
Abad ke-14 M, Sunan Rochmat Suci Godog Garut alias Parabu Kian Santang/ Gagak Lumayung/ Jalak Harupat.
16 Negara di Eropa Berpopulasi Muslim Terbesar dan Sejarah Masuknya
Islam menjadi agama dengan pertumbuhan sangat cepat (populasi) di
sejumlah Negara di Eropa. Populasinya berasal dari imigrasi dan angka
kelahiran yang berada di atas rata-rata. Sekarang ini di antara
Negara-negara di Eropa, jumlah populasi penduduk muslim terbesar berada
di negara Prancis 5-6 juta jiwa, dan Jerman 3 juta -an.
Prancis
membuat aturan ketat yang memisahkan agama dan kehidupan public. Di
antaranya pelarangan memakai symbol-simbol keagamaan di sekolah. Yang
sempat controversial dan mengundang protes besar adalah adanya
pelarangan memakai jilbab ke sekolah.
Tapi sejumlah Negara di Eropa yang menjadikan Islam
sebagai salah satu agama resmi Negara, memberi hak-hak istimewa pada
komunitas muslim, di antaranya subsidi dan pengajaran agama di
sekolah-sekolah untuk siswa Muslim. Di antaranya di Belgia juga Austria.
Tapi kehidupan masyarakat muslim (populasi sekitar 270.000 jiwa) di
Denmark di banding Negara Eropa lain, tergolong kurang begitu baik.
Akses perumahan dan pekerjaan menjadi masalah.
1. Peringkat 16
Italia
Total populasi: 58.4 million
Penduduk Muslim: 825,000 (1.4%)
Background: populasi Muslim beragam, kelompok terbesar datang dari Maroko.
Selebihnya
dari Afrika Utara, Asia selatan, Albania, dan Timur Tengah. Kebanyakan
mereka datang dari tahun 1980-an dan seterusnya, banyak dari mereka
awalnya sebagai mahasiswa.
Pemerintah Italia berusaha menciptakan
hubungan yang baik antara negara dan komunitas muslim. Rata-rata angka
kelahiran bayi muslim di Italia lebih dari 160.000 jiwa. Banyak penduduk
muslim memiliki hak untuk tinggal dan bekerja di Italia, meski bukan
warga negara.
2. Peringkat 15
Spanyol
Total populasi: 43.1 juta
Penduduk Muslim: 1 juta (2,3%)
Background:
Hampir delapan abad Moor menguasai Spanyol, berakhir pada tahun 1492,
memberikan negara itu warisan budaya Islam yang kuat, terutama dalam
arsitekturnya. Populasi Muslim modern mulai berdatangan dalam jumlah
yang signifikan di tahun 1970-an. Kebanyakan berasal dari Maroko yang
datang untuk bekerja di bidang pariwisata dan pertumbuhan berikutnya
datang ketika keluarga mereka bergabung dengan mereka.
Negara
mengakui Islam dan memberi sejumlah hak istimewa termasuk ajaran Islam
di sekolah-sekolah dan hari libur keagamaan. Meski begitu laporan bahwa
adanya ketegangan terhadap imigran Muslim tetap terajdi. Tapi yang
mengejutkan adalah meletusnya serangan teroris pada stasiun kereta api
di Madrid 2004, yang menyebabkan terbunuhnya 191 orang. Tersangkanya
adalah Islam radikal.
3. Peringkat 14
Inggris Raya
Total populasi: 58.8 million
Penduduk Muslim: 1,6 juta (2,8%)
Background:
UK memiliki sejarah panjang kontak dengan umat Islam, hubungan ini dari
Abad Pertengahan dan seterusnya. Pada abad 19 orang-orang Yaman datang
untuk bekerja di kapal, membentuk komunitas muslim pertama di Negara
itu.Tahun 1960-an, sejumlah besar umat Islam tiba, mereka berasal dari
di bekas koloni Inggris yang mendapat tawaran pekerjaan di Inggris.
Di
antaranya dari Afrika timur Asia, Asia selatan. Masyarakat muslim juga
terbentuk karena lahir di Inggris dan menjadi warga Negara, setidaknya
mencapai 50 persen. Komunitas islam lainnya adalah berasal dari Turki,
Iran, Irak, Afghanistan, Somalia dan Balkan juga ada. Sensus tahun 2001
menunjukkan sepertiga dari penduduk Muslim berusia di bawah 16 tahun-
proporsi tertinggi untuk grup manapun.
Yang menjadi persoalan di
sini adalah tingginya tingkat pengangguran, rendahnya tingkat
kualifikasi dan rendah kepemilikan rumah. Inggris juga mendukung
multikulturalisme, sebuah gagasan yang dianut oleh negara-negara lain
yang, secara umum bermakna menerima semua budaya memiliki nilai yang
sama dan pemerintah terlibat melindungi kelompok minoritas.
4. Peringkat 13
Swedia
Total populasi: 9 juta
Penduduk Muslim: 300,000 (3%)
Background:
populasi Muslim di Negara ini cukup luas - dengan kelompok-kelompok
yang signifikan dari Turki, Bosnia, Irak, Iran, Lebanon dan Suriah.
Swedia termasuk Negara yang menjunjung multiculturalism. Negara ini
menjunjung nilai-nilai toleransi di antara umat serta memberi peluang
kepada imigran untuk menjadi warga Negara setelah tinggal berturut-turut
selama lima tahun.
Perkembangan populasi Muslim yang signifikan
ini juga membuat Negara memberi bantuan dana pada badan perwakilan
Negara. Meski Negara berusaha bersikap baik pada golongan minoritas,
seperti umumnya Negara-negara Eropa yang memiliki komunitas Islam
signifikan, tetap saja muncul kritik perlakuan diskriminatif terhadap
umat Islam yang merasa terlalu sering dipersalahkan atas masalah-masalah
kemasyarakatan.
5. Peringkat 12
Jerman
Total populasi: 82.5 juta
Penduduk Muslim: 3 juta (3,6%)
Latar
Belakang: Sebagian besar penduduk Muslim di negeri ini berasal dari
Turki, dan mereka tetap mempertahankan hubungan kuat ke Turki. Juga,
orang-orang yang datang dari Bosnia dan Kosovo selama Perang Balkan.
Sampai saat ini umat Islam dianggap "pekerja tamu", yang suatu hari akan meninggalkan negara itu.
Isu
kekerasan rasis adalah masalah yang sensitif, dengan pihak berwenang
mencoba berbagai strategi untuk mengeliminir hal itu. Berbagai langkah
diambil pihak berwenang untuk meningkatkan persatuan.
6. Peringkat 11
Belgia
Total Jumlah penduduk: 10,3 juta
Penduduk Muslim: 0,4 juta (4%)
Background:
Islam adalah salah satu dari tujuh agama yang diakui di Belgia. Status
ini membuat adanya fasilitas, juga subsidi bagi pengajaran agama
tersebut di sekolah-sekolah, termasuk penyediaan guru. Meski begitu
tetap saja ada komplain karena dirasakan adanya diskriminasi. Ketegangan
ini terjadi karena masalah penggangguran dan kemiskinan.Mayoritas
muslim Begia berasal dari Maroko dan Turki, sebagian juga berasal dari
Albania. (Menjadi warganega setelah tinggal menetap tujuh tahun).
7. Peringkat 10
Austria
Total populasi: 8.2 juta
Penduduk Muslim: 339,000 (4.1%)
Background:
Sejumlah besar Muslim hidup di bawah pemerintahan Austria ketika
Bosnia-Hercegovina dianeksasi oleh Austria-Hongaria pada 1908. Banyak
dari Muslim Austria memiliki akar di Turki dan orang lain datang dari
Balkan selama perang tahun 1990-an - sebagian karena ikatan sejarah.
Sejak lama di Austria, Islam diakui sebagai salah satu agama resmi negara.
Hal
ini berarti agama ini juga masuk dalam kurikulum pengejaran di
sekolah-sekolah.Wina secara historis dianggap sebagai titik di mana
dunia Islam mencapai titik paling barat. Sebuah pertempuran penting di
Austria pada abad ke-16 menandai awal kemunduran Turki Ottoman.
8. Peringkat 9
Swiss
Total populasi: 7,4 juta
Populasi Muslim: 310.800 (4,2%)
Background:
angka-angka resmi menunjukkan populasi Muslim telah meningkat dua kali
lipat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi beberapa sumber juga
mengatakan ada sekitar 150.000 Muslim di negara itu menetap secara
ilegal.
Muslim pertama tiba sebagai pekerja pada 1960-an,
sebagian besar dari Turki, bekas Yugoslavia dan Albania. Mereka
bergabung dengan keluarga mereka di tahun 1970-an dan, dalam beberapa
tahun terakhir, muslim datang dari pencari suaka, di antaranya mendapat
kewarganegaraan.
9. Peringkat 8
Denmark
Total populasi: 5,4 juta
Penduduk Muslim: 270,000 (5%)
Latar
Belakang: Pada tahun 1970-an Muslim tiba dari Turki, Pakistan, Maroko
dan bekas Yugoslavia untuk bekerja. Pada Tahun 1980-an dan 90-an
mayoritas penduduk muslim datang dari para pengungsi dan pencari suaka
dari Iran, Irak, Somalia dan Bosnia. Kehidupan masyarakat muslim di
negeri ini kurang begitu baik, akses perumahan dan pekerjaan telah
menjadi sumber keprihatinan bagi Muslim di denmark.
10. Peringkat 7
Belanda
Jumlah penduduk: 16,3 juta
Populasi Muslim: 945.000 atau 5,8%
Latar
Belakang: Integrasi Muslim tetap menjadi perhatian pemerintah Belanda,
terutama setelah pembuat film kritis Islam dibunuh pada tahun 2004 oleh
seorang Islam radikal.
Adanya ketegangan yang disebabkan adanya
anggapan dari beberapa pihak bahwa pelaku kejahatan adalah sejumlah
pemuda muslim, selain itu ketegangan juga muncul karena masalah
pengangguran.
Masuknya muslim, terbesar berasal dari bekas koloni
Belanda di Suriname dan Indonesia. Juga, kelompoak Somalia, Turkey and
Morocco. Belanda adalah Negara yang mendukung multikulturalisme.
11. Peringkat 6
Prancis
Total populasi: 62.3 juta jiwa
Populasi Muslim: Lima sampai enam juta (8-9,6%)
Background:
Prancis merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di Eropa
barat. Sekitar 70% dari mereka adalah berasal dari bekas koloni-koloni
Prancis di Afrika utara, Aljazair, Maroko dan Tunisia. Prancis membuat
pemisahan yang ketat antara agama dan kehidupan publik.
Ada kritik bahwa umat Islam menghadapi pengangguran yang tinggi dan banyak yang tinggal di pinggiran kota miskin.
Adanya
larangan bahwa terhadap penggunaan simbol-simbol keagamaan
sekolah-sekolah umum, memancing reaksi masyarakat, misalnya, larangan
berjilbab di sekolah.
12. Peringkat 5
Serbia dan Montonegro (termasuk Kosovo)
Total populasi: 10.8 juta (termasuk Kosovo)
Penduduk Muslim: Serbia dan Montenegro - 405,000 (5%); Kosovo - sekitar 1,8 juta (90%)
Latar
Belakang (termasuk Kosovo): Di Serbia dan Montenegro agama yang dominan
Ortodoks Serbia. Islam adalah agama terbesar kedua, dengan perhitungan
Muslim sekitar 5% dari populasi, namun di Montenegro sekitar 20%.
Komunitas Muslim dianggap sebagai salah satu dari tujuh "tradisional"
komunitas-komunitas religius. Agama dan etnis tetap berkaitan erat di
seluruh negeri, diskriminasi dan ketegangan dilaporkan terus terjadi.
Kosovo
background: Pada akhir 1990-an terjadi konflik yang menghancurkan
setelah Pasukan Pembebasan Kosovo, didukung oleh mayoritas etnis Albania
- yang kebanyakan adalah Muslim - melakukan pemberontakan terbuka
terhadap kekuasaan Serbia. Lalu, Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic
melakukan "pembersihan etnis" terhadap penduduk Albania Kosovo.
Akibatnya,
ribuan orang mati dan ratusan ribu mengungsi. Begitu parahnya, sehingga
NATO pun turun tangan pada Maret dan Juni 1999 dalam ‘peperangan' itu
dan mendorong pasukan Serbia dan Kosovo tetap berada di bawah kendali
PBB.
Frustasi yang dalam dirasakan komunitas etnis Albania dan
kekhawatir akan masa depan minoritas Kosovo. Serangan terhadap etnis
minoritas Kosovo oleh Serbia menyebabkan menurunnya populasi mereka dan
ini hal yang memprihatinkan.
13. Peringkat 4
Macedonia
Total populasi: 2,1 juta
Penduduk Muslim: 630,000 (30%)
Background:
agama terbesar di Makedonia adalah Ortodoks Macedonia, namun hampir
sepertiga dari penduduk menyebut dirinya Muslim. Makedonia termasuk
Negara yang terhindar dari kekerasan antar-etnis yang menimpa
Negara-negara di Balkan menyusul pecahnya Yugoslavia.
Tetapi pada
awal tahun 2001 pemberontak melancarkan pemberontakan menuntut hak
lebih besar untuk etnik minoritas Albania - sebuah kelompok yang
mencakup sebagian besar umat Islam. Upaya tersebut berhasil, dengan
dukungan Uni Eropa dan NATO kesepakatan tercapai, memberi mereka hak-hak
yang lebih besar, walaupun ada pihak-pihak yang tak menyetujui adanya
perubahan itu.
14. Peringkat 3
Bosnia Hercegovina
Total populasi: 3,8 juta
Penduduk Muslim: 1,5 juta (40%)
Latar
Belakang: Bosnia-Hercegovina telah pulih dari perang antar-etnis
berdarah yang terjadi 1992-95. Sekitar 250.000 orang tewas dalam konflik
antara Muslim Bosnia, Kroasia dan Serbia. Hampir 8.000 Muslim Bosnia
dibunuh oleh Serbia di Srebrenica pada tahun 1995 - ini merupakan
kekejaman terburuk Eropa sejak Perang Dunia II. Akibatnya, banyak umat
Islam yang terlantar, begitu pula anggota masyarakat lainnya. Sampai
kini pasukan penjaga perdamaian tetap ada di negeri ini.
15. Peringkat 2
Albania
Total populasi: 3,1 juta
Penduduk Muslim: 2,2 juta (70%)
Background:
Ibadah agama dilarang di Albania hingga transisi dari negara Stalinis
ke demokrasi pada 1990-an. Kini Islam dipeluk oleh hampir sebagian besar
penduduknya. Dan, kebanyakan orang Albania adalah Muslim Sunni. Hal ini
terkait dengan latar belakar sejarah bangsa tersebut: Balkan selama
berabad-abad memiliki hubungan Kekaisaran Ottoman Turki. Ketika sistem
kerajaan dihapus, namun budaya telah mengakar di sana. Populasi muslim
Albania juga menyebar ke sejumlah negara Eropa lain.
16. Peringkat 1
Turki
Total populasi: 68.7 juta
Penduduk Muslim: 68 juta (99%)
Latar belakang: Meskipun Turki adalah negara sekuler, Islam adalah bagian penting dari kehidupan Turki.
Keinginannya
bergabung dengan Uni Eropa sebagai anggota mendapat penentangan dari
sejumlah Negara Eropa yang merasas khawatir Negara berpenduduk mayoritas
Islam itu tak dapat menyesuaikan diri dengan Negara Eropa lain. Turki
menuduh para penentangnya itu sebagai ingin melestarikan ‘klub kristen'.